SUBSIDI PERUMAHAN SEGERA DICAIRKAN
Kemenpera akan mulai mencairkan subsidi perumahan sekitar Rp625 miliar atau 25% dari anggaran total subsidi Rp2,5 triliun pada Februari ini. Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Tito Murbaintoro mengatakan dana itu untuk membayar kekurangan sisa subsidi kredit rumah sederhana sehat (RSh) yang diajukan pada 2008, dan sebagian kecil merupakan dari proyek baru. "Ada tunggakan Rp400 miliar yang belum dibayar untuk KPR 2008 karena dana tahun lalu tidak cukup. Sisanya kredit baru yang masuk awal tahun ini," katanya seusai pelantikan sejumlah pejabat eselon Kemenpera hari ini. Dia mengatakan dari kekurangan susbidi tahun lalu sebesar Rp400 miliar, separuhnya untuk membayar dana talangan kredit pemilikan rumah (KPR) dari Bank Tabungan Negara (BTN), sisanya dari koperasi, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), serta lembaga keuangan mikro. Tito mengatakan Kemenpera akan meningkatkan peran BPD pada tahun ini untuk memanfaatkan subisi perumahan yang mencapai Rp2,5 triliun itu. Dia mengaku dana sebesar itu sulit diserap jika hanya mengandalkan bank umum nasional yang sedang mengalami kekeringan likuiditas. "Sekarang baru 2% kontribusi BPD dan BPR dalam penyaluran KPR. Perannya akan ditingkatkan," katanya. (tw) www.web.bisnis.com Senin, 02/02/2009 16:27 WIB
|